Oleh Pater Kons Beo SVD
“Sebuah janji adalah awan, pemenuhannya adalah hujan” (sang bijak)
Kontemplasi ‘Bita Beach’
Tak apalah sekiranya kita agaknya berhalusi. Deo Do, pilihan mayoritas rakyat Ende itu, kini lagi di area Bita Beach. Iya, itu di sekitar kawasan ujung timur Bandara Hasan Aroebusman, Ende. Pandangannya ke laut lepas tak terhindar. Ke bagian timur ada kawasan Pantai Nanganesa. Sesekali Deo Do menatap ke arah Dermaga Ipi, terus menembus ke Kampung Arubara sana. Deo Do lagi kumpulkan kembali benang-benang program. Siap untuk segera ditenun. Jadi lembaran cita-cita nyata demi Ende Pawe – Lio Sare.
Eforia kemenangan itu telah berakhir. Simpatisan, tim sukses, warga pemilih telah bertarung memenangkan Deo Do. Dinamika ‘memenangkan’ dan ‘rasa menang’ terlewati. Show of victory bernada ‘we are the champion, my friends’ dalam pawai keliling kota pun telah berlalu. Dan selanjutnya?
Sudah ada bayangan, bahwa pas setelah dilantik nanti, segera senyaplah paket ‘Deo Do.’ Yang tampak itu adalah Bupati dan Wakil Bupati Ende, dalam diri Yosef Benediktus Badeoda dan Dominikus Minggu Mere. Keduanya segera jadi tumpuan harapan seluruh warga-masyarakat Ende. Tanpa sekat, tiada perintang. Menyeluruh dan segalanya.
Pak Tote dan Pak Domi Sudah Ditetapkan…
Kini, setelah KPUD – Ende laksanakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ende (Kamis, 9/1/2025, di Hotel Flores Mandiri), keduanya menanti hari H pelantikannya. Bayangkan saja bahwa hari-hari penantian ini adalah momentum sejuk meditatif-kontemplatif bagi Tote dan Domi. Semuanya, iya itu tadi, Ende seperti apa nantinya dalam duet kepimpinan mereka.






