Enam dari tujuh bendungan besar yang sudah dibangun di NTT adalah salah satu karya agung Presiden Jokowi selama memerintah negeri ini dua periode. Adapun enam bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR di masa pemerintahan Jokowi yakni Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Sikka, Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Mbay Lambo di Nagekeo, Bendungan Temef di TTS dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.
Dalam setiap peresmian bendungan tersebut di atas, Presiden Jokowi kerap menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan strategi mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Presiden Jokowi berharap dengan adanya bendungan, selain untuk mendukung kebutuhan air bersih bagi masyarakat, ada peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan pertanian.
Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri PUPR ketika itu, Basuki Hadimoeljono menyebut manfaat pembangunan bendungan, dimana salah satunya adalah untuk pengembangan sektor pangan.
“Kalau air nggak ada, ini habis semua. Jadi, saya kira air menjadi syarat mutlak, sehingga kita bangun tujuh bendungan di NTT,” ujar Basuki saat meninjau dua bendungan di Kabupaten Kupang yakni Bendungan Manikin dan Raknamo pada 30 September 2022 lalu.
Tak hanya bendungan sebagai infrastruktur pendukung sektor pertanian, Presiden juga menggagas program Food Estate atau lumbung pangan nasional yang merupakan kolaborasi sejumlah kementerian, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, hingga Kementerian Pertahanan.







