BISA TTU Gelar Pelatihan Calon Fasilitator dan Implementasi Cuci Tangan Pakai Sabun

ttu bisa ttu
PELATIHAN---Peserta Pelatihan Calon Fasilitator dan Implementasi Sesi Edukasi CTPS, Selasa (13/9/2022)

“Target BISA adalah mengimplementasikan pelatihan dan pendampingan untuk keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan-HPK serta remaja usia SMP-SMA dan sederajat,” jelasnya.

Lanjut Dev, strategi program BISA adalah untuk mendorong terjadi perubahan perilaku di level individu dan masyarakat melalui pendekatan sosial dan komunikasi perubahan perilaku, penguatan sistem kesehatan dan kapasitas tata kelola perencanaan dan penganggaran pemerintah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Salah satu perubahan yang ingin dicapai oleh program BISA adalah peningkatan perilaku bersih dan sehat terutama cuci tangan pakai sabun (CTPS), karena relevan dalam situasi pandemi Covid-19, juga relevan untuk konteks Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingat hasil penelitian menunjukkan indikator terkait perilaku CTPS masih rendah,” ujar Dev.

Lebih jauh Dev menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, perilaku CTPS menjadi salah satu komponen pencegahan penularan virus corona yang utama.

“CTPS merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat berkontribusi terhadap pencegahan stunting pada masa 1.000 hari pertama kehidupan (1000 HPK),” tambah Dev.

Dev menjelaskan juga bahwa ada 3 perilaku yang ingin dicapai pada kelompok remaja yaitu perilaku cuci tangan pakai sabun di waktu penting, mengonsumsi tablet tambah darah mingguan dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang khususnya yang kaya akan zat besi.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini, menurut Dev, antara lain meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru-guru tentang isi, alur kegiatan dalam Modul Perubahan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun/CTPS dan Gizi Remaja Tahap 2 serta meningkatkan keterampilan Guru Mata Pelajaran dan Guru Wali Kelas untuk memfasilitasi kegiatan CTPS dan Gizi Remaja Tahap 2 di masing-masing sekolah.

Pos terkait