Fahrensy juga menyampaikan beberapa waktu lalu Kota Kupang menerima penghargaan indeks kota toleran tahun 2023 dari Setara Institute, sebagai salah satu dari 10 kota terpilih.
Menurutnya, penghargaan ini membuktikan bahwa visi untuk menjadikan Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan lintas suku, agama, ras dan antargolongan terus menjadi pedoman tata laku pejabat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kota Kupang.
Karena itu dia mengimbau kepada seluruh jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk mendukung Pemkot Kupang dalam membangun ekosistem toleransi di wilayah masing-masing, sehingga di waktu mendatang, prestasi sebagai kota toleran bisa terus dipertahankan bila perlu di peringkat yang lebih tinggi lagi.
Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, dalam renungan singkat sebelum berbuka menyampaikan puasa selain menuntun orang menuju ketakwaan, juga membawa hikmah sosial berupa kesadaran tentang bagaimana masyarakat tidak mampu merasa lapar tanpa puasa.
Menurutnya, syarat puasa adalah jujur dan memiliki kepedulian sosial termasuk menjaga ketertiban lingkungan.
Usai doa buka puasa, Fahrensy bersama semua yang hadir menyantap bersama hidangan berbuka yang disiapkan panitia.(pkp_ans)







