Juri dalam lomba tersebut adalah perwakilan media massa yang terdiri dari tujuh orang yakni Aloysius Tani dari RRI, Kristo Embu dari Harian Timex, Rony Banase dari Garda Indonesia, Syarif Lamabalawa dari Harian Victory News, Hendro Teme dari Radio Tirilolok, Alfons Nenabang dari Harian Pos Kupang dan Ina Djara dari TVRI.
Tim juri menetapkan 10 Perangkat Daerah (PD) Terbaik dari urutan kesepuluh sampai pertama yakni Badan Keuangan NTT, Biro Pemerintahan Setda NTT, UPT Sarana Prasarana Dispora NTT, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTT, Badan Kepegawaian Daerah NTT, Dinas Pemuda dan Olah Raga NTT.
Sementara untuk 6 Perangkat Daerah Terkotor dari urutan keenam sampai pertama yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah NTT, Satuan Polisi Pamong Praja NTT, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT.
Untuk 3 PD dengan peringkat terbaik mendapatkan hadiah piala, sertifikat dan sejumlah uang. Sementara untuk PD dengan kategori terburuk mendapatkan sertifikat dan tong sampah. (aven/biro humas setda ntt/den)







