Hari ke-2 Dibimbing, 80% Guru Sekolah Swasta Mampu Terbitkan Artikel Populer

NTT pelatihan menulis

“Jadi ini dasar, dan saya pikir gerakan ini harus menjadi gerakan bersama. Saya berharap yang hadir ini mereka menjadi promotor bagi gerakan literasi di sekolahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta yang juga guru di SMA Swasta Tunas Harapan Kupang, Marsel Nurianto Tusi, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi pelatihan tersebut. Sebab secara langsung BMPS telah memberikan wadah abadi bagi mereka agar dapat terus memberikan karya setelah pelatihan ini selesai.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Memang hal ini menjadi keuntungan bagi kami, karena bukan hanya soal mengajar dan menulis, tetapi keuntungan agar dapat mengekspresikan karya-karya yang dimiliki. Ada kelebihannya  yakni karya yang dihasilkan bisa dibaca oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Sama halnya dengan peserta dari SMA Seminari St. Rafael Oepoi Kupang, Yosefa Alberti Dalung, S.Pd.GR. Menurutnya, BMPS bersama Cakrawala NTT telah membuka suatu gerbang terang dalam dunia pendidikan di NTT. Hal ini menjadi semangat untuk bisa menambah kemampuan guru agar tidak hanya memaparkan materi namun mampu menganalisa dan menuangkan dalam suatu tulisan.

“Saya awalnya tidak terlalu tertarik dengan dunia menulis seperti ini, tetapi setelah diarahkan dan dibimbing akhirnya bisa menghasilkan suatu karya ilmiah,” jelasnya. (np)

Pos terkait