“Pertama yang harus kami buat adalah benahi tata kota dalam kota. Harus menjadi indah dan berubah. Tugu-tugu yang ada akan kita percantik menjadi daya tarik bagi kabupaten yang lain,” tegasnya.
Untuk mendukung terlaksananya program 100 hari, kata David, pihaknya akan melibatkan seluruh stakeholders baik itu dari unsur pemerintahan maupun pihak swasta.
“Kota ini tidak terlalu luas untuk dibenahi dengan melibatkan lurah, camat dan semua Forkopimda termasuk insan pers. Karena program ini menjadi salah satu program prioritas bupati dan wakil bupati,” tandasnya.
Wakil Bupati, Eusebius Binsasi, senada dengan Bupati David mengatakan RSUD Kefamenanu sudah sangat tua. Dan untuk dibenahinya tidak mudah.
“Gedungnya, peralatannya bahkan SDM-nya harus dibenahi,” kata Eus.
Terkait dengan 100 hari kerja, kata Eus, akan fokus untuk membenahi kota karena kota adalah wajah dari desa-desa yang ada di Kabupaten TTU.
“Akan menjadi sangat optimal kesejahteraan masyarakat apabila kota sebagai pusat ini menjadi baik. Wajah dari TTU ini adalah kota dan kita harus tata menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten TTU, dr. Theresa A. J Muliwato, merasa bangga karena lembaganya menjadi prioritas pertama hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati TTU.
“Bangga sekali karena RSUD Kefamenanu menjadi lembaga pertama yang dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati pada hari pertama dalam ageda kerja beliau berdua,” ujar Theresa. (siu)







