Tempat itu hanya diambil kekayaannya oleh orang dari luar daerah, perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang penggergajian kayu.
“Mereka bilang ke Pater Amans, sampai kucing bertanduk pun tidak akan ada jalan yang dibangun. Pater Amans bilang saya mau bangun sekolah di situ, jalan akan dibangun. Kalau bangun sekolah, maka kayu-kayu untuk pembangunannya kalian yang tanggung,” jelas Robert.
Dan, terjadilah. Jalan dibangun, licin mulus. Dan perusahaan-perusahaan besar di kawasan itu menyumbang kayu-kayu untuk pembangunan sekolah. Tidak heran, hanya dalam waktu lima bulan dua sekolah pertanian di kawasan itu selesai dibangun.
Menurut Robert, Pater Amans mempunyai kekuatan hebat di jalur diplomasi.
“Hal ini Pater Amans lakukan di Argentina dan mendapat apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Indonesia, Kementerian Luar negeri dan Kedutaan Besar RI di Argentina,” tambahnya.
Pater Amans selalu mencari jalan bagaimana menghadapi situasi yang ada. “Dia bangun sekolah dan asrama. Tempat tidur belum ada. Pater Amans ke Kedutaan Besar meminta bantuan tempat tidur. 500 tempat tidur dikirim ke asramanya,” kata Robert. (np)







