Kader Posyandu dan Kader PKK Ujung Tombak Pencegahan Stunting

Kota Kupang jambore pkk

Oleh karena itu, lanjut Jefri, upaya yang sangat penting dilakukan adalah memastikan pemenuhan gizi ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga anak menginjak usia dua tahun. ”Jika tidak tepenuhi, maka anak akan mengalami malnutrisi,” jelasnya.

Menurut Jefri, peran kader PKK dan kader posyandu menjadi ujung tombak pencegahan stunting. “Para kader PKK dan kader posyandu inilah orang-orang terdepan dalam memerangi stunting karena terlibat langsung dengan masyarakat,” ujar Jefri.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Adanya pandemi Covid-19, kata Jefri, menjadikan penanganan stunting lebih menantang, karena situasi pandemi menimbulkan kerawanan stunting pada anak-anak.

“Tidak dapat disangkali akibat pandemi Covid-19 terdapat warga miskin baru. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi kader PKK, bagaimana melakukan perannya di tengah masa pandemi saat ini,” sambungnya.

Jefri menyadari, penanganan stunting sangat penting dilakukan dengan adanya dukungan dari pemerintah dalam artian pemerintah harus terlibat langsung lewat penanggaran.

“Kita tidak bisa memerangi stunting kalau pemerintah tidak memfasilitasi dengan cukup anggaran. Oleh karena itu, kreativitas, saran dan usulan-usulan yang positif dari seluruh kader PKK dan posyandu akan menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam mengusulkan anggaran terkait kegiatan pencegahan stunting di kota Kupang,” paparnya.

“Berapa dana yang dibutuhkan dan apa saja yang perlu disiapkan pemerintah seperti makanan tambahan dan sebagainya sekarang harus melalui mekanisme anggaran,” tambahnya. (pkp_ghe/nis/den)

Pos terkait