Sementara Ketua KM3N Kupang, Yohana I. Kabosu, kepada media ini menyampaikan bahwa situasi daerah saat ini diperhadapkan dengan multidimensi persoalan yang sering menghambat proses dan progres kemajuan daerah ini.
“Produk-produk kebijakan pemerintah daerah sudah tidak didasarkan lagi pada sebuah produk yang transparatif dan partisipatif sehingga banyak sekali kebijakan yang pada akhirnya menuai kontroversi sehingga berdampak pada ketidakmajuan daerah,” ungkap Ista, sapaan akrabnya.
Mahasiswa Undana Kupang itu melanjutkan bahwa otonomi daerah seharusnya menjadi pijakan kuat pemerintah daerah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan zonasi pembangunan yang analitis dan akurat berdasarkan geografis daerah sehingga tidak terjadi kesenjangan pembangunan.
“Pada HUT RI Ke 77 ini, KM3N mengharapkan pemerintah daerah untuk kembali membentuk atau mengaktifkan BUMD dengan membangun sinergitas dengan seluruh BUMDES sehingga segala macam potensi daerah dikelola secara mandiri. Disitulah letak kedaulatan pemerintah daerah dalam memaksimalkan SDA di daerah,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua KM3N Kefamenanu, Kristina Oba Tilis mengatakan bahwa KM3N mengadakan kegiatan rutinitas Bulan Agustus dengan maksud menyatakan ini merupakan wujud bakti serta kepedulian terhadap daerah Noemuti.
“Kegiatan ini juga untuk meminimalisir bentuk penjajahan dalam negeri, karena sejauh ini Pemerintah Kecamatan Noemuti belum berhasil dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat Noemuti,” ucapnya.







