Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Belajar dan Berbagi Ilmu di Semau Selatan

stakn

Dia mengaku, bahagia dan bangga dengan kegiatan PKM. “Saya sangat bangga dengan pengatahuan yang telah dibagikan; tidak hanya berupa teori tapi prektek yang telah dilakukan bersama-sama dengan masyarakat baik untuk jemaat, masyarakat petani bawang dan lingkup pendidikan di SMPN 1 Semau Selatan,” ucap Kades Thobias Batukh.

Menurut dia, isu pendidikan dan pertanian sesungguhnya menjadi prioritas dalam membangun Desa Uitiu Ana.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Memang masih menjadi dilema karena pendidikan sangat penting untuk generasi muda tapi tidak menjadi perhatian serius karena usaha tani dengan budi daya bawang masih lebih menjadi favorit, karena menghasilkan uang dengan cepat,” kata Kades, beralasan.

Sebagaimana diketahui kegiatan PKM digelar di dua gereja yakni Gereja Ebenhaezer Ingutomo dengan Pendeta Leonado Duil, S.Th dan Gereja  Eden Amanamang dengan Pendeta Marselina Bua, S.Th.

Sementara itu, PKM di sekolah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Semau Selatan. “Kurikulum merdeka  belajar yang disosilisasikan di SMP Negeri 1 Semau Selatan merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah masing-masing khususnya yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kurikulum merdeka belajar perlu kolaborasi yang efektif antara guru dan peserta didik, orang tua dan lingkungan,” tandas Staf Pengajar Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Hendrik Lao, M.Pd.

Selain di gereja dan sekolah, kegiatan PKM juga dilaksanakan di tengah masyarakat. “Kami berbagi pengatahuan dan pengalaman serta praktek pertanian ramah lingkungan dengan pembuatan pupuk Bokashi yang diterapkan di lahan bawang Kelompok Tani Somba di Desa Uitiu Ana,” ucap Jansen Meko, sambil tersenyum. (*/vg)

Pos terkait