Melki Laka Lena Ajak Masyarakat Turunkan Angka Stunting

NTT Bkkbn

KUPANG kabarntt.id—Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak semua pihak bekerja sama mewujudkan target Presiden Jokowi menurunkan angka stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Ajakan ini disampaikan Melki Laka Lena dalam kegiatan Sosialisasi Program Penguatan Pendapatan Keluarga dan Kelompok Sasaran Program Bangga Kencana bersama mitra Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Kapela St. Yohanes Kelurahan Nunbeis, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Selasa (11/5/2021) lalu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Melki, dulu persoalan stunting belum ada lembaga yang fokus mengurusnya secara khusus dan tersebar di kurang lebih 11 Kementerian atau  lembaga. Namun sekarang Presiden Jokowi telah memberi tugas secara khusus kepada BKKBN sebagai ketua pelaksanaan penanganan penurunan angka stunting di Indonesia.

“Pak Jokowi sudah setuju bahwa penanganan stunting di negeri ini diberikan kepada BKKBN, jadi BKKBN sekarang selain punya tugas urusan keluarga, juga termasuk penanganan stunting,” jelas Melki.

Saat ini secara nasional, kata Melki, penanganan stunting sudah berjalan cukup baik, terbukti angka stunting berhasil diturunkan menjadi 27,6 persen pada 2019.

Sebelumnya, angka stunting di 2016 mencapai 37 persen. Namun, menurutnya, perlu kerja keras semua pihak mewujudkan target Presiden Jokowi yaitu penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

“Target dari Presiden Jokowi memang tinggi. Dan ini menjadi tugas berat BKKBN dan kerja keras kita semua . Sebenarnya kadang kita melihat urusan stunting hanya urusan Kemenkes, Dinas Kesehatan, BKKBN, serta dinas yang mengurus ibu dan anak. Saya pikir hal inilah yang kita harus sama-sama ubah bahwa persoalan penanganan stunting yang pertama harus dari dalam keluarga sendiri,” ajak Ketua Golkar NTT ini.

Pos terkait