Kepala BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,SE, MPH, dalam sambutannya mengatakan, saat ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) lagi melakukan Pendataan Keluarga tahun 2021 yang dilaksanakan dari 1 April – 31 Mei.
Namun, kata Marianus, saat ini NTT termasuk provinsi yang capaian pendataan terendah ke-4 di Indonesia. Sebab, saat pendataan bertepatan dengan Hari Raya Paskah dan musibah badai saroja.
Untuk mengatasi kendala ini, menurut Marianus, dalam waktu 20 hari tersisa, kader pendata di 22 kabupaten/kota wajib mendata 50 ribu KK per hari sehingga pada tanggal 31 Mei 2021, 1.107.000 KK terdata semua.
“Maka saya meminta bapa, ibu sekalian, kalau ada kader pendata yang datang ke rumah bapa ibu sekalian tolong terima baik-baik, berikan data secara benar, lengkap dan jujur. Karena dengan data yang benar dan jujur itulah kita sampaikan kepada pemerintah untuk merencanakan pembangunan yang tepat sasaran. Kalau data salah maka perencanaan pembangunan yang kita rencanakan pun salah. Kita akan menjadikan keluarga sebagai titik sentral pembangunan. Untuk itu nanti pendataan dari keluarga harus data yang betul benar dan jujur,” pinta Marianus. (igo)







