Melki Laka Lena Tulis Kata Pengantar Buku “Katholik di Tanah Santri”

BUKU 2

Dalam hidup beragama, kata Deni, masyarakat pribumi di Labuan tidak pernah melakukan penolakan kepada masyarakat pendatang yang notabebenya beragama non muslim. Termasuk kepada masyarakat pendatang yang memeluk agama Katolik. Sementara itu, semua pemeluk agama Katolik di Labuan maupun di luar Labuan dalam lingkup Kabupaten Pandeglang adalah masyarakat pendatang yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Tionghoa,” paparnya.

Umat Katolik di Labuan, kata Deni, secara sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan kehadirannya cukup diterima oleh masyarakat pribumi Labuan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Hal itu ditandai oleh adanya sekolah Katolik milik Keuskupan Sufragan Bogor yang didirikan pada tahun 1959. Lembaga pendidikan itu bernama Yayasan Mardiyuana. Pada umumnya masyarakat Labuan lebih akrab menyebut nama lembaga pendidikan itu dengan sebutan Sekolah MY,” kata Deni.

Lembaga pendidikan ini, kata Deni, mempunyai keunikan. “Meskipun Yayasan Mardiyuana adalah sekolah Katolik milik Keukupan Sufragan Bogor,  namun lembaga pendidikan tersebut tidak eksklusif, dan dibuka secara umum. Sehingga jumlah siswa maupun tenaga pengajar di Yayasan Mardiyuana tersebut tidak semuanya pemeluk agama Katolik, akan tetapi beragam,” sebut Deni.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukannya, kata Deni,  sejak didirikannya Yayasan Mardiyuana oleh Keuskupan Sufragan Bogor tahun 1959, umat Katolik di Labuan tidak pernah sama sekali menjadikan lembaga pendidikan tersebut untuk merekrut bahkan mensyiarkan ajaran-ajaran agama Katolik kepada umat yang notabenenya beragama di luar Katolik, seperti Islam, Kristen Protestan, Hindu-Buddha dan Konghucu. Bahkan kehadiran umat Katolik di Labuan ini dari dahulu hingga saat ini hanya fokus pada aktivitas mengajar dan berdagang dan bermasyarakat. Sehingga, kehadiran umat di Labuan sebagai entitas yang minor itu diterima masyarakat Islam.  (den)

Pos terkait