“Lomba seperti ini sangat baik sebagai sebuah otokritik dan koreksi buat diri kita. Apakah saya mau berubah dan mempertahankan hasil yang telah saya peroleh? Bagi manusia yang punya kognisi dan afeksi yang baik, pasti mau berubah. Karenanya perlu sanksi tegas untuk kantor yang kotor, bila perlu penurunan pangkat dan jabatan,” pungkas Gubernur VBL.
Ada tujuh kriteria yang dinilai dalam Lomba Kebersihan tersebut. Pertama, kebersihan area kantor ditandai dengan tidak ada sampah coretan, debu dan tersedianya wadah untuk matikan puntung rokok.
Kedua, kerapihan ruangan mencakup berkas tersusun rapi, ada cahaya, sirkulasi udara.
Ketiga, drainase berupa tidak ada air tergenang dan tersedia tempat sampah.
Keempat, ruang terbuka hijau mencakup perawatan tanaman dan tersedia tempat sampah organik dan unorganik.
Kelima, kebersihan toilet cakup toilet bersih dan wangi, air cukup dan ada tisu.
Keenam, tempat pembuangan sampah sementara.
Dan aspek ketujuh, kreativitas untuk HUT 75 RI.
“Penilaian ini dilakukan secara terbuka dan tertutup. Penilaian terbuka dilakukan dari tanggal 29 sampai dengan 30 Juli 2020. Penilaian tertutup dari tanggal 1 sampai dengan 9 Agustus,” jelas Ina Djara, salah satu anggota tim juri.
Tim juri menetapkan 10 Perangkat Daerah (PD) terbaik dari urutan kesepuluh sampai pertama yakni Badan Keuangan NTT, Biro Pemerintahan Setda NTT, UPT Sarana Prasarana Dispora NTT, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTT, Badan Kepegawaian Daerah NTT, Dinas Pemuda dan Olah Raga NTT.







