Pantau Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Ini Yang Dikatakan Penjabat Gubernur NTT

IMG 20250109 WA0009 scaled

Penjabat Gubernur Andriko Susanto menyatakan program ini merupakan program yang ditunggu-tunggu karena dapat menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus. Di antaranya stunting, gizi buruk dan peningkatan ekonomi dalam ketersediaan sumber pangan lokal.

“Saya ingin NTT lebih diprioritaskan dalam pemberian makan bergizi gratis, karena jumlah stunting tertinggi kedua di Indonesia adalah NTT. Sementara bahan baku untuk makanan bergizi diharapkan semua diambil dari sumber daya lokal yang kita miliki. Mulai dari tingkat desa bekerja sama dengan BUMDes. BUMDes melakukan kerja sama dengan para petani, peternak dan nelayan, di situ ada koperasi, ada UMKM, bisa dibeli oleh tim program makan bergizi gratis, untuk kemudian diolah, dimasak dan diberi makan ke anak-anak sekolah. Kolaborasi berbagai elemen di antaranya swadaya dengan mitra, pemerintah,TNI/Polri dan BGN, sangat dibutuhkan,” terang Andriko Susanto.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sambung Andriko, pemberian makan bergizi gratis bukan makan untuk kenyang, tapi makan makanan yang bergizi. Dan menu yang memenuhi makan bergizi gratis, kata Andriko, haruslah beragam, bergizi seimbang dan aman.

“Harus dapat dipastikan bahan makanan yang dikonsumsi anak-anak kita bebas dari cemaran pestisida, formalin dan bahan kimia lainnya. Ini harus dicek. Di provinsi dan kabupaten ada namanya Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah untuk membantu melakukan monitoring,” katanya.

Selain itu, para guru diminta Andriko agar memberikan edukasi singkat ke anak-anak didik sebelum mengonsumsi makanan bergizi gratis. Contoh, ada anak yang tidak suka makan sayur, harus diberi pengetahuan, manfaat dari makan sayur, juga buah, daging, makanan karbohidrat dan sebagainya.

Pos terkait