Parade Tenun Sepe, Merawat Kekhasan Budaya Kota Kupang

fc4145ce75bf008aed76237c0201a82624e78791fe44eeaa3b2de6f878d0eddf.0

Parade Tenun Sepe adalah bagian dari kegiatan Lomba Tarian Kreasi Ayam Kaki Kuning yang digelar untuk memperingati kekayaan budaya di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Dalam ajang unjuk busana dan penampilan itu, Linus Lusi bersama istri ambil bagian dalam parade. Keduanya terlihat anggun dalam balutan busana tenunan sepe. Pasangan ini berparade mengelilingi kompleks Kantor Wali Kota Kupang di Jalan S.K. Lerik. Yang luar biasa, Linus dan Nyonya dinobatkan sebagai “Pasangan Paling Anggun.”

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., dan Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay Pellokila, juga turut berpartisipasi dalam acara ini, dengan mendapat penghargaan sebagai “Parade Sepe Paling Megah.”

Dalam sambutannya, Linus Lusi mengapresiasi semangat para peserta dan dukungan berbagai pihak, termasuk kehadiran pejabat tinggi Provinsi NTT.

Ia menyoroti keunikan tenun sepe sebagai warisan budaya khas Kota Kupang.  “Tenun sepe hanya ada di Kota Kupang, tidak ada di provinsi atau kabupaten lain,” ujarnya.

Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Santi Ambarwati, juga menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Kupang atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurutnya, acara ini merupakan langkah konkret dalam melestarikan budaya NTT, khususnya di Kota Kupang. “Di Kota Kupang tenun sepe tidak kalah cantik dari motif tenun kabupaten lain di NTT.  Tenun sepe dengan segala keunikan dan keindahannya, bisa menjadi salah satu tenun yang digemari,” kata Santi.

Santi berharap acara ini terus dikembangkan agar tenun sepe semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pos terkait