Renungan Harian Jumat, 6 Juni 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I Kisah Para Rasul 25: 13 -21
Mazmur Tanggapan: Mzm 103: 1-2.11-12.19-20
Ref: “Tuhan sudah menegaskan takhtaNYA di surga”

Injil Yohanes 21: 15 – 19

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Ikutlah AKU”
Yoh 21: 19
(Sequere me)

Kawan ku…
Bukan pertama kali Tuhan bersuara pada Petrus, “Ikutilah Aku.”
Pada awal tampilanNYA, Yesus memanggil murid-muridNYA yang pertama. Ada dua bersaudara Simon (Petrus) dan Andreas, ada pula dua bersaudara lainnya, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus (Mrk 1: 16 -20).

Kawan ku…
Seruan Yesus “Ikutilah Aku!” sepertinya diulangi kembali. Dan adalah Petrus suara kata-kata itu ditujukan.
Pada lintasan pertama ‘ikuti Tuhan,’ Petrus ada dalam perjuangan untuk memahami dan mengalami siapakah Yesus itu? Dalam segala keterbatasan, kekurangan dan kelemahannya. Dalam segala jatuh dan bangunnya.

Ingatlah akan kisah itu!
Dan tidak kah di arena pengadilan Yesus, Petrus bahkan bersumpah dan menyangkal Yesus, “Aku tidak orang itu” (cf Mat 26: 74).

Dan kawan ku…
Kini, di lintasan “ikutilah AKU” babak kedua, Yesus menuntun Petrus kepada marwah KASIH. Itulah dasar utama untuk ikuti Yesus dan mentaati perintah serta kehendakNYA. Petrus perlahan belajar dengan benar dan semestinya ‘apa arti mengasihi Yesus.’

Kawan ku…
Marilah bicara tentang diri dan jalan hidup kita sebagai murid Tuhan, sebagai Gereja. Acap terjadi bahwa yang kita gemakan adalah ‘ikuti Yesus dalam rencana dan kehendakNYA. Namun, yang kita hidupi dan yang jadi arah kiblat kita adalah rencana, niat, kehendak, mau-mau, ambisi, hasrat, serta segala isi pikiran, yang hanya berpusat pada kepentingan diri sendiri atau nama besar kita sendiri.

Pos terkait