Bacaan I Kisah Para Rasul 22:30 – 23:6-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 16: 1-2a.5..7-8.9-10.11
Ref: “Jagalah aku, ya Tuhan, sebab pada-MU aku berlindung”
Injil Yohanes 17: 20-26
“..supaya mereka menjadi satu”
Yoh 17:22
(Ut omnes unum sint)
Kawan ku…
Mari arungi riak-riak ‘niat, hasrat, kehendak, dan rindu kita untuk bersatu. Menjadi ‘satu dengan sesama.’
Ini jadi awal yang menjanjikan.
Tetapi kawan ku..
Kita pasti jadi lebih paham sedalamnya. ‘Menjadi Satu’ itu bukanlah sebatas ‘emosi atau rasa sepintas.’ Tetapi, ia lebih pada sikap dan tindakan nyata yang sungguh ungkapan kita miliki aura hati ‘menjadi satu.’
Maka kawan ku…
Mari buanglah kata-kata yang buat kita saling menjauh. Hentikan dan tenggelamkan sudah sikap-sikap yang cenderung asingkan sesama! Sebaliknya ‘peliharalah rasa kasih persaudaraan dan rasa bersatu’ dalam sikap saling menerima. Iya menerima sesama sebagaimana ‘adanya dia.’ Tanpa syarat dan mau-maunya yang kita pastikan sendiri.
Kawan ku…
Untuk sanggup ‘menjadi bersatu dengan sesama’ biarlah kita ‘menjadi satu dengan diri kita sendiri.’ Dengan segala kelebihan dan kekurangan serta kelemahan punya kita. Sebab hanya dengan sikap menerima diri sendiri itulah kita sanggup menerima dan menjadi mudah menjadi ‘satu dengan orang lain, untuk merimanya sebagaimana adanya. Iya, kita bebas dari kecederungan untuk tempatkan diri sendiri sebagai patokan sakral atau standar sakti bagi orang lain.
Dan kawan ku…
Bisa jadi dalam cara yang amat sederhana kita berdua bisa mengukur diri sendiri dalam kualitas ‘menjadi satu dengan sesama. “Sekiranya kau mudah mengakrabi sesama dan bagi sesama selalu ada tempat di hatimu, maka betapa kau miliki citarasa untuk pilar persatuan dan kesatuan itu…..”







