Bacaan I Kisah Para Rasul 15: 1-2.22-29
Mazmur Tanggapan: Mzm 67: 2-3.5.6.8
Ref: ‘Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMU, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMU”
Bacaan II Wahyu 21:10-14.22-23
Injil Yohanes 14:23-29
“Jika seorang mengasihi AKU, ia akan menuruti firmanKU dan BAPAKU akan mengasihi dia”
Yoh 14:23
(Sii quis diligit me, sermonem meum servabit, et Pater meus diliget eum)
Kawan ku…
Ingin kuulangi kata-kata itu. Kasih bukanlah sebatas perasaan yang datar, dangkal, apalagi kosong. Kasih tak boleh dipaku mati dalam forma kata. Yang tertenun rapi dan sedap terdengar. Bukan itu! Jika tidak, kita tetap tersandra pada ‘hedonisme verbal.’ Nikmatnya rangkaian permainan kata.
Kawan ku…
Kasih itu adalah daya hidup penuh harapan yang keluar darimu. Menuju sesama bahkan ke alam semesta. Semuanya ‘demi ada bersama, demi kebaikan bersama, demi harmoni kehidupan.’
Kawan ku…
Kita ingat lagi pesan guru: Kasih itu bukanlah alunan dan ayunan emosi penuh lebay terhadap sesama. Mari kita segera singkirkan atau bahkan senyapkan sudah kata-kata dan sikap kita yang penuh ‘anti kasih.’ Sudahilah kini segala yang bikin ‘retak, pecah dan cerai berai, saling menjauh dan mengasingkan dan bahkan saling menista dan menindas.’
Kawan ku….
Dan bersegeralah kita memakai kata-kata baru dan berganti sikap pada kekuatan untuk menerima, memanggil pulang, memberi dukungan, melihat yang terindah dalam diri sesama, saling terlibat dalam perkara indah dan agung jumpa surga dan bumi. Marilah kita bertarung bahwa apapun tak mampu memisahkan kita sebagai saudara-saudari, sebagai sama dan satu dalam citra kemanusiaan.







