Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 16: 1 – 10
Mazmur Tanggapan: Mzm 100: 1 – 2.3.5
Ref: “Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!”
Injil Yohanes 15: 18 -21
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah ia telah lebih dahulu membenci AKU.”
Yoh 15:18
(Si mundus vos odit: scicote quia me priorem vobis odio habuit)
Kawan ku…
Inilah alam hati kita manusia. Ada yang sekian asyik menyenangkan. Miliki aura diri penuh simpatik. Berdaya pikat. Itulah sesama kita yang dari dalam dirinya terpancarlah sukacita, kasih dan harapan. Tulus dan jujur.
Tetapi, sebaliknya, kawan ku….
Ada juga yang ‘kerjanya marah-marah terus; ngomel comel-comel dlancar saja. Selalu saja ada sesama-sesama (tertentu) yang jadi sasaran hati tidak suka. Itu terungkap dalam kata-kata. Ternyatakan dalam sikap menolak. Inilah orang yang sesakan alam batinnya dengan virus kebencian. Apalagi sekiranya ditambah dengan ‘muka bengkak plus pelototan mata, atau wajah penuh sinisnya.’
Kawan ku…
Memang terkadang kau merasa ada yang aneh juga. Orang-orang membencimu! Padahal? Sedikitpun tak kau curangi atau kau ‘bikin rugi’ orang-orang itu. Kau toh tetap jadi sasaran kebencian dan ketidaksukaan.
Kawan ku…
Kita jadi ribut. Alam dan situasi tegang tercipta di sana-sini. Ada yang berjuang usahakan sukacita dan damai. Namun, ada lagi yang tidak bisa hidup atau merasa sakit sekiranya tak merancang suasana penuh ketegangan. Meramaikannya dengan ujaran-ujaran sarat kebencian. Penuh provokasi. Hasut sana-hasut sini. Ciptakan suasana panas….







