Renungan Harian Sabtu, 10 Mei 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kisah Para Rasul 9: 31 – 43
Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.14-15.16-17
Ref: “Bagaimana kubalas kepada Tuhan segala kebaikanNya kepadaku?’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Injil Yohanes 6: 60 – 69

Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana….
Kis 9:32
(Factum est autem, ut Petrus dum pertransiret universos….)

Kawan ku….
Ada saatnya kita punya waktu tenang dan diam yang sehat. Demi akrabi diri sendiri. Pun demi berkisah pada Tuhan tentang apa yang kita alami di keseharian dan di ziarah hidup ini.

Kawan ku…
Tetapi, ada saatnya pula, mari kita tinggalkan segala keasyikan sendiri. Dan lalu membawa diri kita demi sebuah perjumpaan. Iya, kita, seperti Rasul Petrus, siapkan waktu untuk ‘berada bersama sesama-sesama lain.’

Kawan ku…
Terkadang, terhadap sesama, iya katakan teman-teman kita, anggota keluarga (besar), bahkan tetangga sendiri kita ciptakan sebuah ‘jarak dari jauh. Jarak fisik pun jarak batin. Dan terhadap semua sesama-sesama itu, kita hanya tertahan sebatas ‘tafsiran, mengira-ngira, dan berprasangka yang banyak bukan-bukannya.’

Kawan ku….
Iya, kita memang mesti berani tinggalkan keasyikan dan mau-maunya kita sendiri. Demi berada dan hadir bersama yang lain. Demi saling bicara dan mendengarkan. Demi saling meneguhkan. Bahkan demi terlibat setulus hati dalam suasana koreksi persaudaraan.

Kawan ku…
Kuingin kisahkan padamu apa yang pernah kualami. ‘Pernah sekian asyik kubicara serba kelam tentang sesama tertentu. Yang mendengarkanku tampak setia dan sabar mendengarkan. Namun di ujung cerita, si pendengar ku itu lembut bertanya padaku, “Apakah kamu pernah pergi dan kunjungi dia yang kamu bicarakan itu? Atau kah ini sebenarnya hanyalah tafsiran dan pikiran suram mu saja tentang sesamamu itu…?”

Pos terkait