Selasa, 10 Juni 2025
(Pekan Biasa X, Beato Hendrikus dr Treviso)
Bacaan I 2Korintus 1: 18 – 22
Mazmur Tanggapan:
Mzm 119: 129.130.131.133.135
Ref: “Sinarilah hambaMU dengan wajahMU, ya TUHAN.”
Injil Matius 5: 13 – 16
“…agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan BAPAmu di surga.”
Matius 5: 16
(Ut videant opera vestra bona, et glorificent Patrem vestrum, qui in caelis est)
Kawan ku…
Sederhana saja sebenarnya. Kebaikan yang kita miliki dan kita hayati sebenarnya pancarkan iman kita. “Kepada dan di dalam seperti SIAPAKAH sosok TUHAN yang kita sembah.”
Kawan ku…
Dari seluruh cara hidup kita yang baik dan benar, tidak kah kita hadirkan dan pancarkan pula SOSOK TUHAN yang kita imani itu?
Kawan ku….
ALLAH yang kita imani dalam Yesus adalah BAPA yang murah hati, berbelas kasih. Iya, ‘ALLAH Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia’ (cf Mzm 145:8).
ALLAH yang tak menghukum setimpal dengan kesalahan yang kita perbuat (cf Mzm 103:10-12). DIA, yang tak menghukum ‘dengan sinar mataNYA yang lebih tajam dari matahari.’
Kawan ku…
Kita berdua masing-masing tentunya punya ‘pengalaman akan ALLAH.’ Itulah kisah relasi personal dan unik dengan ALLAH, dengan BAPA kita bersama. Bagaimanapun di muaranya tetap ada satu simpul yang pasti: DIALAH BAPA MAHAPENGASIH. Iya, “ALLAH adalah KASIH” (1Yoh 4:16).
Kawan ku…
Kita tetap dipanggil untuk melakukan apa yang baik dan benar. Sebuah panggilan yang acapkali tak mudah kita hidupi dalam keseharian. Sebab, kita sering terpuruk dalam yang tak elok dan sarat kepalsuan.
Bagaimana pun, kawan ku, KASIH tetap menjadi harapan kepada kebaikan!







