Renungan Harian Senin, 9 Juni 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I Kejadian 3: 9 – 15.20, atau
Kisah Para Rasul 1:12-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 87: 1-2.3.5.6-7
Ref: “Hal-Hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota ALLAH”

Injil Yohanes 19: 25 – 34
“Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.”
Yoh 19: 27
(Et ex illa hora accepit eam discipulus in sua)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Tak sekedar mendengar begitu saja suara Tuhan dari Salib. Murid itu menanggapinya dengan ‘menerima Maria di dalam rumahnya.’

Kawan ku…
Apa yang disikapi oleh si murid, itulah tanda keyakinannya akan daya kata-kata Tuhan, “ibu, inilah anakmu; Anak, inilah ibumu” (Yoh 19:26.27).
Tuhan, tak hanya janjikan seorang Penolong lain bagi para murid. Tetapi, TUHAN mempercayakan ibuNya untuk ‘melihat dan mengalami pula ziarah hidup para muridNYA.’

Kawan ku…
Kita, Gereja, tak pernah sendiri. Ziarah hidup dan iman kita diteguhkan oleh sosok Bunda Maria. Bunda yang mendoakan kita di hadapan Yesus, Putranya, serentak bersamanya kita bersatu dalam untaian doa-doa pada Yesus, Anaknya.

Kawan ku…
Apa yang disikapi oleh murid itu sepantasnya jadi teladan buat kita. Mari kita menerima kehadiran Bunda Maria dalam rumah kita. Di dalam doa-doa keluarga kita masing-masing.

Kawan ku….
Di saat-saat ketakberdayaan dan ketak-indahan jalan hidup kita, yakinlah bahwa adalah Bunda Maria yang pertama meneteskan air mata, dan lalu meneguhkan kita dalam harapan dan doa-doanya pula.
Tinggal bagaimana semestinya ‘kita menerima Bunda Maria di dalam rumah hati kita.’

Verbo Dei Amorem Spiranti

Pos terkait