Bacaan I Kisah Para Rasul 20: 17 – 27
Mazmur Tanggapan: Mzm 68: 10-11.20 – 21
Ref: “Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi TUHAN”
Injil Yohanes 17: 1 – 11a
“AKU tidak ada lagi dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan AKU datang kepada-MU”
Yoh 17:11a
(Et iam non sum in mundo, et hi in mundo sunt, et ego ad te venio)
Kawan ku….
Dunia. Inilah tempat dan suasana kita alami dan ziarahi segala tapak kehidupan kita.
Kawan ku…
Kita sama-sama paham: Tak selamanya kita di sini. Iya, untuk terus di dunia kesementaraan ini. Setidaknya, kita bakal diukur dalam rentangan waktu. Dari ketika kita dihadirkan hingga satu kisah akhir pasti. Yang tak mungkin terelakan!
Kawan ku…
Di dunia kita berjuang. Semuanya agar yang ‘indah, baik dan benar’ tetap punya kita. Dan selalu jadi aura jalan hidup kita.
Namun, selalu lulus dan berhasil kah kita? Pasti tidak!
Kawan ku…
Akuilah penuh rendah hati seadanya. ‘Yang indah telah kita buat kacau berantakan; yang baik telah kita nodai dalam segala yang tak elok dan tak senonoh; yang benar serta pada kenyataannya sekian lancang telah kita palsukan, kita sesatkan dalam rupa-rupa geliat manipulatif.
Kawan ku….
Hidup ini indah! Alam dunia sedari awal mula sungguh ‘baik adanya.’ Tiliklah semuanya sebagai area perjuangan dan pertarungan kita ‘memandang dan mengalami dunia ini seindahnya, sesejuknya, dan seharmoninya.
Namun, Kawan ku…
Di titik paling rapuh, kelemahan kehendak sering jadi nomor ujian kehidupan paling menantang. Budi kita bukannya tak cemerlang untuk pahami apa ‘yang indah, yang baik, dan yang benar.’ Sayangnya, niat dan kehendak hati yang rapuh, iya itu tadi, melemahkan dan lunturkan semua cita-cita luhur itu.







