Bacaan I Kisah Para Rasul 19: 1 – 8
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab
Ref: “Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah”
Injil Yohanes 16: 29-33
“…dan kamu akan meninggalkan Aku seorang Diri.”
Yoh 16:32
(Et me solum relinquatis…)
Kawan ku…
Saatnya ‘sendiri ketanpaan siapa’ akan jadi kisah batin kita. Ikatan emosional yang dulu merangkai hati kita perlahan melonggar dan bahkan terlepas.
Tiada yang salah. Sebab terkadang kenyataan ini telah jadi kepastian bingkai dan ziarah kehidupan. Seperti apa adanya sudah!
Kawan ku…
Kita memang terkadang merasa ‘ditinggalkan.’ Tak semata karena sebuah jarak fisik yang tercipta dan dialami, tetapi juga sebuah jarak batin yang merindu pun sudah terhapus. Dan sepertinya tak berbekas lagi.
Namun, kawan ku…
Tak usahlah meratapi ‘nasib ditinggalkan sendiri.’ Tak usah! Pikir dan renungkan dengan teduh. Setiap kita, anak manusia, punya ‘sepasang telapak kaki’ yang, tak bisa tidak, mesti mengukir ‘jejak-jejak langkah hidupnya sendiri.’ Seperti itulah yang dituntut oleh semesta dan dimandatkan oleh Yang Mahakuasa, Tuhan.
Walau demikian, kawan ku…
Yakinlah! Ada sekian banyak saudara-saudari yang tetap mohonkan berkat bagi kita. Dalam keheningan mereka, pun dari kedekatan dan kejauhan jarak punya mereka. Doa mereka buat kita tetap dipanjatkan!
Kawan ku….
Kata-kata Yesus, Tuhan, sungguh menyentuh! ‘DIA bakal ditinggalkan sendirian.’ Namun, IA tak pernah merasa sendirian. BAPA lah yang selalu bersamaNYA. Relasi YESUS dengan BAPA adalah kekuatan tak ternilai dalam kesatuan Ilahi.







