LARANTUKA kabarntt.id—Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Katolik Ratu Damai Waibalun, Larantuka meretas jalan menyelenggarakan Olimpiade Sains pertama di Flores Timur (Flotim).
Iven bergengsi untuk kalangan pelajar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Feliks Suban Hoda, di Aula SMP Ratu Damai, Sabtu (26/3/2022).
Sebagaimana dirilis ekorantt.com, ajang adu kemampuan di bidang sains ini merupakan yang pertama digelar di Kabupaten Flores Timur. Kali ini lomba ini masih sebatas Kecamatan Larantuka untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD).
Ketua Panitia, Mateus Muda Sukun, dalam laporannya menyampaikan bahwa Olimpiade Sains ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2022.
“Kegiatan ini akan menjadi agenda tetap yang akan diselenggarakan tiap tahunnya oleh SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun,” kata Mateus.
Mateus merinci peserta yang diundang sebanyak 48 Sekolah Dasar. Namun yang hadir mengambil bagian sebanyak 21 Sekolah Dasar, yakni SDK Lamenais Weri (2 tim), SDK Waibalun II (2 tim), SDK Waibalun I (2 tim), SD Inpres Waibalun (2 tim), SDK Lamawalang (2 tim), SDK Larantuka IV (1 tim), SDK Lebao Tengah II (1 tim), SDK Larantuka V (1 tim), SDK Lewokung (1 tim), SD Inpres Lewolere (1 tim), dan SD Inpres Supersemar (1 tim).
“Total peserta 48 siswa-siswi,” sebutnya.
“Tahun ini masih berskala kecamatan, namun kami bertekad pada tahun-tahun mendatang akan selenggarakan kegiatan Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten Flores Timur atas seizin dan rekomendasi dari Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur,” tambahnya.
Sementara Kepala SMPS Katolik Ratu Damai, Sr. Yasinta Kleden, CIJ, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Olimpiade Sains ini adalah bentuk motivasi bagi anak-anak pada tingkatan Sekolah Dasar untuk menghadapi era 4.0.
Menurutnya, era 4.0 merupakan sebuah era di mana tingkat kompetisi global akan semakin kompleks dengan tawaran akan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian canggih.
“Pendidikan sesungguhnya tidak sebatas membangun kemampuan intelektual anak dari sisi akademik semata, tetapi lebih jauh dari itu diharapkan mampu mendorong pembangunan karakter emosional-religiositas anak yang berimbang,” kata Sr. Yasinta.
Ia mengharapkan agar melalui kegiatan ini peserta didik bisa lebih kreatif, kritis, serta inovatif dalam pola pikir.
Menurutnya, generasi masa depan yang hebat tentunya harus dipersiapkan secara baik dan benar sejak usia dini.
“Maka dari itu, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan pada hari ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati Flores Timur, yang telah mengutus Kepala Dinas PKO hadir dalam kegiatan ini. Juga terima kasih kami kepada para kepala sekolah dan siswa-siswi yang telah memenuhi undangan kami untuk mengambil bagian dalam Olimpiade Sains tahun ini,” kata Sr.Yasinta.
Sementara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Bupati Antonius Gege Hadjon, menegaskan bahwa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan kemampuan menguasai matematika dan ilmu pengetahuan alam.
“Peserta didik dituntut untuk mampu berpikir analitis dan kolaboratif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat,” katanya.
Anton Hadjon yang juga lulusan sekolah ini mengatakan, pemerintah sangat mendukung penyelenggaraan berbagai ajang kompetisi ilmu pengetahuan. Hal tersebut, kata dia, tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun yang berani melakukan terobosan melalui Olimpiade Sains ini. Kepada para peserta, selamat bertanding dan mengadu kemampuan sains kalian secara sportif,” ujarnya. (den)







