Sovia Onas, Janda Pengidap Kangker Mulut Butuh Belas Kasihan

matim bibir sumbing

“Jangankan untuk mengobati ibu di rumah sakit, untuk membeli makan pun kami agak sulit. Saya sakit batuk berdarah setelah kerja keras. Hal itu terjadi semenjak pulang merantau di Kalimantan,” tutur Sipri.

Ia mengaku sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk membantunya membiayai pengobatan ibunya di rumah sakit.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara  putra bungsu Mama Sovia, Yuvensius Lagut  mengaku dirinya merasa sangat sedih ketika ibunya jatuh sakit.  Sambil menangis Yuven berharap ibunya bisa sembuh.

Yuven  nekad sekolah dengan biaya sendiri dari hasil sebagai buruh tani setelah pulang sekolah. Saat ini Yuven duduk di bangku kelas I SMAN 1 Borong.

Yuven kerap memanfaatkan waktu sisa setelah pulang sekolah untuk bekerja di kebun orang yang membutuhkan jasanya.

“Hasil dari bekerja di orang saya biayai sekolah dan beli beras untuk kehidupan di rumah,” ungkap Yuven.

Sebagai anak yatim, Yuven  mendapat keistimewaan dari sekolah dengan mendapat potongan uang sekolah.

“Kami membayar SPP sebesar Rp 1.100.000 rupiah setiap tahun. Saya mendapat pemotongan yaitu Rp 300.000, sehingga saya hanya membayar sebesar Rp 800.000 setiap tahun,” tutur Yuvens.  (adi)

Pos terkait