Stunting Jadi Masalah Serius, Usahakan Jangan Ada Yang Berisiko

kupang mll stunting
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat sosialisasi stunting di Gereja Stasi Naimata, Kupang, Sabtu (10/12/2022)

“Stunting itu disebabkan karena pengasuhan. Pola asuh, pola hidup, pola konsumsi. Dan biasanya itu sudah mendarah daging, bahkan sudah menjadi kebiasaan dan budaya. Sehingga walaupun banyaknya instansi, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat yang menyampaikan pola pengasuhan yang benar, namun tidak diterima dengan benar oleh keluarga yang ada anak stunting atau keluarga yang berkategori berisiko stunting maka itu sia-sia,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, dr. Marsiana Halek, mengatakan penanganan stunting menjadi penting karena  berkaitan dengan mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Penanganan stunting menjadi penting karena kita memperbaiki  generasi penerus bangsa. Tantangan bangsa ke depan semakin besar sehingga generasi penerus kita harus lebih baik. Level-level anak kita harus lebih bagus dari kita sekarang. Kota Kupang saat ini stunting sebanyak  21,5 persen atau sebanyak 5497 anak Kota Kupang stunting. Ini tanggung jawab kita semua, bapa mama sebagai orang tua untuk bersama-sama menanggulangi stunting,” ajak mantan Direktris Rumah Sakit S.K. Lerik yang akrab disapa dr. Nini.

Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan kasus stunting di Provinsi NTT berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)  masih sangat tinggi sehingga semua pihak diharapkan secara serius melihat persoalan ini.

“Di Indonesia, NTT itu termasuk kategori provinsi yang paling tinggi tingkat stuntingnya. Secara persentasenya dibandingkan dengan jumlah bayi yang lahir dengan jumlah anak stunting, NTT tertinggi. Data di SSGI itu kita di 38,7 persen. Ini yang  saya kira kita mesti cukup serius melihat persoalan stunting dengan baik di NTT,” ajak politisi Golkar yang akrab disapa Melki Laka Lena ini.

Pos terkait