“Bersama dosen pendamping, terlebih dahulu kami membuat draft perdes. Kemudian bersama aparat desa kami musyawarahkan untuk selanjutnya bisa diasistensi,” kata Aprianus.
Aprianus mengatakan, saat melakukan sosialisasi, RanperDes yang dibuat tersebut mendapat dukungan serta tanggapan yang sangat positif dari seluruh masyarakat desa.
Dirinya menambahkan, selain membuat RanperDes, pihaknya juga melakukan aksi nyata lainnya, seperti pembuatan lubang tempat pembuangan sampah di kompleks Kantor Desa dan Polindes, pembuatan papan nama seluruh aparat desa, pembuatan papan profil potensi desa.
Selain itu, lanjut Aprianus, mereka juga terlibat aktif dalam kegiatan kerohanian dengan turut serta mengambil bagian sebagai koor dalam setiap perayaan misa.
Aprianus juga berharap berbagai kegiatan yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat, serta mengajak seluruh masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat menjadikan STIH Cendana Wangi sebagai salah satu perguruan pilihan di TTU.
“Kami melakukan sosialisasi perdusun. Tujuannya agar ranperDes yang kami buat bisa lebih mudah diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat desa. Kami juga sangat bersyukur karena ranperDes itu mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Selain pendampingan secara kelompok, kami juga melakukan pendampingan secara individu selama melaksanakan KKN di Desa Subun,” tutup Aprianus. (siu)







