LABUAN BAJO kabarntt.id–-Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar), dr. Yulianus Weng, mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan budaya baca adalah menggemakan budaya baca yang dimulai dari anak-anak usia dini hingga orang dewasa.
Hal tersebut disampaikan Weng saat membuka kegiatan Safari Literasi Duta Baca Nasional di Labuan Bajo, Kamis (10/3/2022).
“Menggemakan budaya baca sejalan dengan visi dan misi Pemkab Mabar lima tahun ke depan, terutama misi ke-2 yaitu meningkatkan kualitas SDM yang ada di daerah ini,” ungkap Weng.
Safari Literasi Duta Baca Nasional ini dipadukan dengan acara tatap muka dan Bedah Buku Cerita anak dengan Duta Baca Indonesia Gol A Gong dan Bunda Baca NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, di Aula Kantor Bupati Mabar.
Kegiatan safari literasi duta baca nasional dengan beberapa tujuan antara lain menggerakkan dan menumbuhkembangkan minat baca pada semua lapisan masyarakat. Meningkatkan dan mengembangkan pola pikir serta cakrawala pengetahuan bagi setiap lapisan masyarakat.
Kemudian menciptakan masyarakat membaca menuju masyarakat belajar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta menciptakan SDM yang berkualitas sebagai subyek pembangunan daerah menuju masyarakat yang sejahtera.
Pemerintah, kata Weng, menyadari bahwa fakta saat ini budaya baca khususnya minat baca anak di Manggarai Barat sangat rendah, sehingga kita perlu mengembangkan budaya baca.
“Bukan hanya budaya bersih karena sebagai destinasi wisata super prioritas, budaya disiplin, kerja cepat, kerja tepat, kerja tuntas, kemudian yang tak kalah penting bagi kita di daerah ini adalah budaya baca. Meningkat minat baca harus di mulai sejak dini,” imbuh Weng.
Sementara Bunda Baca NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, menggugat kenapa literasi itu menjadi penting karena setiap kali berbicara pariwisata di Labuan Bajo kepariwisataan daerah ini harus terliterasi dengan baik agar supaya orang bisa mengenal dan memahami tentang Labuan Bajo.
“Laut, pantai kita banyak, negara lain juga punya, Bali juga punya, NTT adalah rajanya kopi, daun kelor kita kualitas nomor dua di dunia setelah Spanyol, jadi ujung tombak kita dalam menginformasikan daerah ini adalah perpustakaan, pelaku literasi yang menceritakan tentang keindahan alam ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, dibutuhkan pelaku literasi yang tersebar di seluruh wilayah NTT, untuk menarasikan potensi daerah masing-masing.
“Kita perlu menceritakan tentang keunggulan daerah kita. Literasi menurut saya sangat penting menjadi ujung tombak yang menginformasikan keunggulan daerah destinasi super prioritas ini. Yang sudah ditetapkan oleh presiden Joko Widodo,” lanjutnya.
Sementara itu Duta Baca Indonesia, Heri Hendrayana Harris atau yang akrab disapa Gol A Gong menegaskan sesungguhnya Indonesia adalah bangsa yang tinggi peradabannya dalam hal literasi yang bisa dibuktikan dengan lontar dan sekarang sudah merangkak naik sebagai bangsa dengan minat baca yang sangat tinggi.
“Kita harus menjadi pribadi-pribadi yang kuat, berkarakter dan selalu bangga di depan orang asing yang dating ke sini,” ucapnya. (*/den)







