WKRI Tanam Mangrove, Penjabat Wali Kota Kupang Beri Apresiasi

kota kupang bakau

Di akhir sambutannya, Fahrensy berharap agar gerakan penanaman anakan bakau atau mangrove dapat terus diselenggarakan untuk mewujudkan Kota Kupang yang hijau dan berwawasan lingkungan sehingga akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Senada dengan  Fahrensy, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat S.Si.,Apt., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada WKRI DPD NTT karena telah menyelenggarakan peringatan organisasinya yang ke-100 tahun dan melakukan aksi nyata melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon mangrove di tengah isu perubahan iklim dunia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kita mengingat kembali peristiwa Covid-19 dan bencana alam yang tentunya juga ada hubungannya dengan alam yang kurang dijaga. Karena itu perempuan menjadi bagian penting dalam aksi ini,” jelasnya.

Isu perubahan iklim juga menjadi perhatian serius saat ini, sehingga apa yang dilakukan oleh WKRI NTT ini menjadi hal yang baik untuk dicontohi oleh semua pihak lain, termasuk pemerintah, agar bisa meningkatkan kerja dalam menghadapi isu perubahan iklim.

Menurut Ruth Laiskodat, kalau terjadi bencana alam, tentunya menjadi ancaman juga terhadap kenaikan harga pangan, yang akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

“Perempuan hebat di WKRI telah memulai kegiatan yang baik ini. Diharapkan dapat dilanjutkan ke depannya, dan menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya,” pungkasnya.

Ketua Presidium WKRI DPD NTT, Josefina M. Djata Getha, S.T., M.M., mengatakan, penanaman anakan pohon mangrove ini sudah pernah dilakukan WKRI NTT pada tahun 2019 lalu, dan kegiatan tersebut merupakan yang ke tiga kalinya.

Pos terkait