LARANTUKA kabarntt.id—Nasib kesebelasan Perseftim Flores Timur seperti di lubang jarum. Pasalnya, sanksi Rp 50 juta atas kericuhan pada laga El Tari Memocial Cup (ETMC) di Lembata kali lalu belum kunjung dilunasi.
Sanksi itu diberikan PSSI NTT akibat kericuhan yang dilakukan oknum suporter Perseftim dalam pertandingan babak delapan besar Liga tiga ETMC XXXI Lembata antara Perseftim kontra Perse Ende.
Terkini, pasca penetapan sanksi itu, Perseftim Flores Timur berpotensi tidak dapat mengikuti kontestasi liga tiga ETMC XXXII. Hal ini disebabkan saat ini pihak Askab Flores Timur, tengah mengalami kesulitan finansial untuk membayar denda yang ditetapkan PSSI NTT.
“Kita diberi waktu 3 bulan untuk menyelesaikan sanksi sebesar Rp 50 juta. Kalau tidak, maka tidak bisa ikut. Kemungkinan kecil karena kesulitan dana,” kata Ketua Askab Flotim, Yosep Tua Dolu, saat dihubungi kabarntt.id, Rabu (23/11/2022).
Dikatakan Yosep, untuk mengurus sepak bola itu tidak semudah yang dibayangkan. Pada liga tiga ETMC XXXI Lembata, pihaknya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak. Kendati demikian, kata dia, pihaknya “bernapas satu-satu”. Beruntungnya, peran paguyuban Lamaholot di Lembata yang begitu kuat hingga akhirnya timnya mampu bertahan.
“Jadi, yang kita harapkan bantuan dari donatur-donatur tapi ternyata nihil,” katanya.
Yosep menambahkan, walau demikian pihaknya tidak akan menyerah dan akan berupaya mencari solusi dengan cara membuat laporan yang akan dibuat oleh pihak manajemen untuk bertemu dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur.







