Dokter Messerasi juga mengusulkan, agar olah raga pencak silat juga masuk dalam materi pelajaran olah raga siswa di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah (SMP), sehingga cabang olah raga ini semakin dikenal dan dicintai generasi muda di Nusa tenggara Timur.
Sementara Ketua KONI NTT, Yosef Nae Soi, mengingatkan pengurus IPSI NTT bahwa pencak silat merupakan cabang olah raga bela diri yang lahir dari budaya masyarakat Indonesia. Karena itu menjadi tugas IPSI untuk terus mengembangkan dan membudayakannya di kalangan masyarakat terutama generasi muda.
“KONI NTT mendukung target IPSI NTT untuk menjadi juara umum pada cabang olah raga pencak silat di PON ke-22 tahun 2028. Karena itu, perlu latihan yang serius, perlu perbanyak kompetisi sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan atlet, sehingga tujuan utamanya yakni prestasi, bisa tercapai,” kata Nae Soi.
“Yang terpenting dalam pengembangan cabang olah raga adalah out came-nya yakni prestasi. Organisasi adalah alat atau wadah, sementara out put-nya adalah atlet, namun tujuan utamanya adalah prestasi sebagai out come sehingga bukan melahirkan atlet saja,”seru Nae Soi yang juga Wagup NTT ini. (np)







