Pagi tadi (03.00 Wita), Messi dkk sukses dalam tarung hidup-mati. Australia menyerah 1 – 2 di tangan Argentina. Dan adalah Messi sumbangkan satu gol. Sungguh! Inilah malam yang berjaya bagi Belanda dan Argentina. Keduanya lolos untuk fase perempat final.
Tak sekadar Belanda dan Argentina menang di malam tadi. Kini, satu perjumpaan di fase berikut sungguh jadi tak terhindar. Belanda versus Argentina adalah satu kepastian. Ini perjumpaan hidup mati antara Memphis dan Messi. Tentu, demi bangsa dan negeri masing-masing, keduanya harus memberikan yang terbaik. Dan yang terbaik itu adalah kemenangan.
Tetapi, patutlah pula ‘dicurigai’ untuk level pribadi. Tak tertutup kemungkinan, bahwa di jumpa Argentina vs Belanda itu, Messi ingin buktikan bahwa ‘ia masih selalu bersinar di atas kelasnya Memphis. Tetapi, tidakkah hal yang sama ada pula di benak Memphis?
Walau akui Messi adalah idolanya, tak tertutup di lubuk hati Memphis untuk yakinkan seisi Camp Nou: Messi bukanlah segalanya bagi Barcelona. Dan itu akan dia buktikan nanti di duel itu. Camp Nou tak pernah keliru untuk mendatangkannya dari Olympique Lyon.
‘Messi dan Memphis’ dapat jadi cermin kita berkaca. Untuk menilisik gairah berkompetisi dalam gelombang perbandingan sana-sini. Setiap kita pasti ingin unjuk diri dan unjuk rasa sebagai ‘yang lebih baik dan lebih tepat.’ Kita ingin yakinkah publik bahwa kita adalah ‘orang yang tepat.’ Tak akan seperti ‘yang lain-lain, yang sudah-sudah, yang sebelumnya.’
Lain di bidang olahraga, bisa lain lagi di bidang sosial politik demi pelayanan masyarakat.





