Pengunduran Diri  Ratu Wula, Anggota DPR Wakil Rakyat Atau Partai?

YAN PIETER ATE

Namun tiba-tiba kebanggaan masyarakat Sumba dihempaskan secara serta merta oleh Partai Nasdem tanpa mempertimbangkan kepentingan harkat, martabat dan harga diri masyarakat setempat melalui caleg yang sudah berhasil dimenangkan.

Tindakan ini terlalu kasar. Kalau partai ingin meloloskan caleg lain bukan seperti ini caranya. Tindakan ini mempertontonkan bahwa cmaleg atau anggota DPR bukanlah wakil rakyat, melainkan wakil partai. Tindakan yang sepihak ini telah mencederai demokrasi di Indonesia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pimpinan Partai Nasdem harus dapat menyelami perasaan masyarakat di Sumba yang sudah dikecewakan oleh keputusan yang bernuansa politis ini. Orang-orang Sumba di berbagai Group Medsos maupun perorangan yang dihubungi penulis sama menyatakan kekecewaan atas putusan tersebut.

Sangat tidak masuk akal bahwa caleg yang sudah berjuang sejak awal proses Pileg, keluar-masuk Dapil, siang dan malam tanpa kenal lelah, namun di penghujung perjuangannya, di saat yang bersangkutan sudah pasti lolos ke Senayan, tiba-tiba mengundurkan diri.

Partai Nasdem yang selama ini dikenal paling terdepan menyuarakan demokrasi, ternyata melakukan tindakan yang tidak disangka-sangka seperti ini. Sungguh  mengecewakan konstituen.

Yang lebih mengecewakan lagi, tanpa adanya komunikasi publik, keputusan politik diambil secara sepihak. Hal ini sungguh mempertontonkan supremasi partai di atas rakyat. Partai Nasdem harus menyadari bahwa keputusan ini tentu mempunyai dampak politik bagi masa depan Partai Nasdem di waktu mendatang. Kejadian ini akan meninggalkan goresan luka di hati para pendukung Partai Nasdem di daratan Sumba.

Pos terkait