Tetapi semua program itu hanya bisa dikerjakan oleh pemimpin yang inovatif. “Masalahnya ada di pemimpin. Kita butuh pemimpin, butuh bupati yang inovatif,” tegas Andre.
Ngada butuh pemimpin yang inovatif supaya perubahan itu lebih cepat. “Kita berubah, tetapi perubahan itu terlalu lambat, terlalu lama. Kita butuh pemimpin yang inovatif sehingga perubahan itu bisa terjadi lebih cepat. Dan, AP RB dengan Tanta Nela Paris akan membawa Ngada berubah lebih cepat,” tandasnya.
Kepada warga yang hadir, Andre mewanti-wanti praktik uang yang biasanya terjadi pada hari pencoblosan. “Ingat, jangan karena uang Rp 100 ribu lalu kita rugi lima tahun,” kata Andre.
Sementara Ketua Bapilu NTT, Frans Sarong, sebelumnya mengemukakan alasan mengapa Partai Golkar mengusung Andre Paru sebagai calon Bupati Ngada.
Sarong menyebut tiga alasan. “Pertama, karena Andre Paru adalah anak kandung Golkar. Kedua, survai memenangkan Andre Paru. Dari hasil kajian di Golkar, Ngada termasuk satu dari tiga kabupaten yang usungan Golkar menang dengan level satu. Ketiga, Andre Paru sudah kerja lama untuk maju di Ngada,” beber Frans. (den)







