Andre Paru, “Ngada Butuh Bupati Yang Inovatif”

ngada kampanye andre paru

Usai menyanyi Andre Paru mengatakan, Santo Andreas itu seorang nelayan. “Tetapi dia tinggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dia sudah mapan, tapi mau mengikuti Yesus ketika Yesus memanggilnya di  pantai. Begitu  juga dengan Andreas Paru. Saya sudah mapan di Irian, tetapi saya tinggalkan semua itu dan datang ke Ngada,  mau bangun Ngada. Tuhan panggil saya untuk datang bangun daerah saya ini. Kalau tidak untuk Ngada, untuk apa saya datang ke sini lagi? Saya sudah mapan, sudah senang di Irian,” tutur Andre yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Ngada itu.

Kepada warga yang hadir membeberkan apa yang akan dibuatnya bersama Raimundus Bena yang dipadatkan dalam Program  Tanta Nela Paris.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Tanta Nela Paris itu artinya Tani Ternak Nelayan Pariwisata,” kata Andre menjelaskan akronim Tanta Nela Paris.

Sektor pertanian, menurut Andre, harus digenjot karena potensi pertanian luar biasa. “Ngada ini kaya luar biasa, tanahnya sangat subur.  Sektor pertanian juga menyumbang PAD cukup besar.  Masyarakat Ngada juga mayoritas petani. Karena itu sektor pertanian tetap menjadi sektor unggulan Ngada,” kata Andre.

Sektor kelautan (nelayan), kata Andre, juga menjadi perhatian. “Kenapa harus nelayan? Supaya ikan kita jangan datang lagi dari Larantuka atau Maumere. Ikan yang di Ngada itu harus datang dari Maumbawa atau Aimere. Supaya uang kita jangan keluar dari Ngada, uang harus beredar di Ngada,” jelas Andre.

Andre juga menjelaskan sektor peternakan dan pariwisata yang akan menjadi fokus mereka lima tahun ke depan.

Pos terkait