LABUAN BAJO kabarntt.id—Wajah Edistasius Endi sumringah. Itu karena ketika menggelar tatap muka dengan warga Kampung Rangga, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Jumat (9/10/2020), calon Bupati Manggarai Barat itu didampingi sejumlah pengurus DPD I Partai Golkar NTT dan tentu saja DPD II Partai Golkar Manggarai Barat.
“Saya berterima kasih dan bersyukur karena hari ini saya didampingi para pengurus DPD I Partai Golkar NTT. Terus terang, saya dibesarkan Partai Golkar. Golkar membuat saya jadi besar dan bisa menjadi Ketua DPRD Manggarai Barat. Sekarang saya di Nasdem, tetapi Golkar yang membesarkan saya,” kata Edi Endi.
Pengurus DPD I Partai Golkar yang hadir adalah Frans Sarong (Ketua Bapilu Golkar NTT), Maxi Hamsi (Wakil Ketua DPD I Partai Golkar NTT/anggota DPRD NTT dari Dapil Manggarai), Tony Kleden (Divisi Media Bapilu Golkar NTT) dan Beny Taopan (Divisi Hukum Bapilu Golkar NTT).
Sedangkan dari DPD II Partai Golkar Manggarai Barat hadir Anselmus Jebarus.
Edi Endi sejatinya orang Golkar. Pada pemilihan legislatif 2014, Edi Endi maju dari Golkar dan terpilih menjadi anggota DPRD Manggarai Barat.
Tahun 2019 Edi Endi maju lagi dari Partai Nasdem dan terpilih lagi, bahkan hingga menjadi Ketua DPRD Manggarai Barat.
Edi Endi menyatakan kedekatannya dengan Golkar ketika dia menyinggung tentang Rumah Sakit Daerah Komodo Labuan Bajo.
“Rumah sakit itu dibangun tahun 2006 dengan mimpi dan harapan menjadi rumah sakit rujukan di Flores, khususnya Flores barat. Tetapi kondisinya sekarang belum bisa diharapkan. Saya diskusi dengan Melki Laka Lena (Ketua DPD I Partai Golkar NTT) dan Melchias Mekeng (Wakil Ketua DPP Partai Golkar) tenteng Rumah Sakit Komodo. Pak Melki dan Pak Mekeng minta skalanya rumah sakit internasional karena Labuan Bajo sudah jadi kota dunia. Apalagi tahun 2023 nanti akan ada pertemuan para pemimpin negara maju di Labuan Bajo. Malu kita kalau punya rumah sakit yang belum baik,” tutur Edi.







