Ke delapan program strategis itu, kata Ans, masing- masing, program petani milenial, pemberdayaan perempuan produktif, pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, yellow clinic, optimalisasi peran kaum milenial, digitalisasi organisasi partai Golkar, serta media dan penggalangan opini untuk mensosialisasikan semua program kerja Golkar NTT kepada publik.
“Semua program ini berjalan secara terprogram,” tegas mantan Bupati Alor dua periode ini.
Ketua Golkar Academy NTT, Acry Deo Datus, mengatakan para peserta mendapat berbagai ilmu yang berkaitan dengan politik, budaya, agama, ekonomi, pertanian dan lain sebagainya.
Acry mengharapkan agar peserta bisa mengaplikasikan apa yang didapat dalam kegiatan politik ke depan. “Semuanya mengarah kepada penyebaran yang berkaitan dengan kebijakan publik, komunikasi dan juga bagaimana cara membaca anggaran. Apa yang didapatkan peserta Dikpol harus diteruskan agar ilmunya bermanfaat,” tandas mantan dosen Undana ini.
Acry juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang yang telah menerima kunjungan lapangan bagi peserta dikpol angkatan pertama untuk memperkaya wawasan dalam mengaplikasi materi yang
Wakil Ketua Bidang MPO (Media dan Penggalangan Opini), Frans Sarong, juga berharap agar peserta Dikpol memiliki wawasan yang mumpuni dan memiliki karakter serta kemampuan untuk menyampaikan pesan politik kepada masyarakat.
”Jadi ini semacam pembekalan untuk memperoleh bekal guna menghadirkan Golkar di tengah masyarakat,” katanya. (den)







