Merespon pertanyaaan wartawan terkait pergantian Inche Sayuna yang jadi ramai diberitakan, Melki memastikan pergantian itu tidak ada pretensi dan tendensi tertentu. “Ini perubahan kepengurusan yang keempat dan telah dikonsultasikan ke DPP Partai Golkar,” tegas Melki.
Karena itu, tegas Melki, agar pergantian Inche tidak lagi bergulir semakin liar, maka bersama jajaran meminta agar polemik ini diakhiri. Sebab perubahan kepengurusan di internal Partai Golkar NTT sudah sesuai aturan.
Melki menegaskan lagi, ini kali keempat perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT di masa kepemimpinannya, dan semuanya berjalan normal sesuai aturan.
“Urusan internal Golkar ini, dari dulu kami ingin agar dilalui dengan biasa-biasa saja. Ini perubahan atau reposisi keempat yang kita lalui melalui sebuah mekanisme yang normal,” ujar Melki.
Dia juga mengatakan, sebenarnya perubahan kepengurusan dilakukan pada tahun 2023, namun hal itu tertunda, karena pihaknya fokus untuk menghadapi Pileg dan Pilpres 2024.
“Saya sudah konsultasi ke DPP, juga biasa-biasa saja. Ya, saya jalankan tanpa ada tendensi apa-apa,” tegasnya.
Karena itu, Melki meminta semua pihak untuk menghentikan polemik terkait perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT.
“Hari ini saya sampaikan cukup sampai di sini. Kalau masih tetap, mungkin ada sanksi yang lebih ekstrim. Partai Golkar terbuka terhadap kritik. Partai Golkar milik semua orang, juga milik seluruh masyarakat NTT untuk menyampaikan pendapat demi perbaikan ke depan,” tandasnya. (den)







