Menariknya, kata Lasarus, Golkar memilih media video dalam menyerap aspirasi.
“Kenapa video? Partai Golkar rupanya sadar benar bahwa dunia sosial saat ini tidak bisa lagi hidup di ruang sempit peradaban. Teknologi memungkinkan semua orang menyampaikan aspirasi dan isi hati dengan bebas dan lugas. Di situ kejelian Golkar laik diacungi jempol,” kata Lasarus.
Pendapat senada juga dikemukakan Romo Christofora Yosafat Ngasi, Pr. Imam Projo Keuskupan Weetebula yang juga salah seorang juri tingkat kabupaten ini juga memberi apresiasi yang tinggi.
“Menurut saya tema yang diangkat Partai Golkar dalam sayembara “Rakyat Bicara Golkar Mendengar” merupakan terobosan baru yang baik dari partai politik dan juga masyarakat,” kata Romo Isto, panggilan akrabnya, Kamis (11/3/2021).

Dari sayembara ini, kata Romo Isto, Partai Golkar ingin berada pada situasi masyarakat akar rumput tentang pemahaman masyarakat akan adanya wabah Covid 19.
“Partai Golkar sangat mendukung kerja pemerintah saat ini yang tidak sepenuhnya berjalan baik. Dengan adanya sayembara ini akhirnya kita bisa temukan ada banyak hal seperti kurang pemahaman masyarakat tentang covid, pelayanan yang tidak merata dan dampak covid bagi teman-teman di kesehatan, guru, usaha kecil, dan lain sebagainya,” kata Romo Isto.
Romo Isto menambahkan sayembara ini sangat baik dan mesti mendapat dukungan luas dari semua elemen masyarakat. (den)







