KUPANG kabarntt.id—Masyarakat Kota Kupang adalah masyarakat yang cerdas dalam memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan. Karena itu mereka tidak mungkin memilih pemimpi melainkan pemimpin yang punya pengalaman mengelola birokrasi yang baik, dan berdampak pada peningkatan PAD Kota Kupang.
Hal ini disampaikan Kader Partai Golkar Kota Kupang, Tellend Mark J Daud, dalam orasinya pada kampanye dan tata muka calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Rabu (30/10/2024) malam.
“Tanggal 27 November yang akan datang ini, kita harus pilih pemimpin yang cerdas dan mempunyai pengalaman. Bukan pilih pemimpin yang pemimpi saja, sehingga kota ini hanya indah dari pandangan saja tapi masyarakatnya tidak sejahtera. Kalau mau kota ini indah ya masyarakatnya harus sejahtera dulu,” imbuh mantan Ketua DPRD Kota Kupang itu.
Menurut Tellend, program-program yang pro rakyat itu hanya bisa terlaksana kalau pendapatan asli daerah atau PAD itu dari tahun ke tahun meningkat
“Kalau kita cuma harap dari pemerintah pusat dengan dana transfer atau dana perimbangan yang biasa mereka sebut dana alokasi umum, dana alokasi khusus, kemudian komponen yang ketiga lain-lain pendapatan daerah yang sah. Kalau tidak ditunjang oleh PAD, maka kita hanya bisa orientasi proyek untuk bagaimana memperkaya kelompok-kelompok tertentu dan memperkaya diri sendiri,” kata Tellend..
“Kalau hanya sekedar lampu jalan, kemudian taman, saya kira gampang, tidak susah. Dana APBD mulai dari tahun 2017-2022 itu hampir setiap tahun alokasinya untuk lampu jalan sebesar Rp 33 miliar, maka gampang saja. Ini kan bukan hal yang susah. Jadi kalau Pak Jonas-Alo menjadi wali kota, ini juga pasti gampang tidak susah. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana program-program pro rakyat ini bisa sampai ke bapa-mama semua,” ungkapnya.







