Kampanye Heri-Heri, Mantan Sekda Manggarai Litanikan Kegagalan DM

Manggarai Mantan Sekda kampanye untuk heri heri

Sementara bantuan listrik gratis untuk rumah tangga miskin yang ditargetkan 5.000 sambungan listrik namun tercapai hanya 600.

Kegagalan lain, sebut Setus,  adalah janji pendidikan dan pelatihan (Diklat) tenaga terampil.  Dulu dijanjikan per tahunnya 5000 orang tetapi sampai tahun 2019 hanya 916 orang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Bidang pendidikan berupa replikasi program khsusus, sama sekali tidak berjalan sehingga mempengaruhi mutu pendidikan di Manggarai,” katanya.

Janji lain, ungkap Setus, adalah pembangunan pos pelayanan kesehatan dan PAUD yang terintegrasi di setiap kampung. Namun program tidak terealisasi sama sekali.

Di bidang infrastruktur jalan, khususnya perbaikan jalan raya sebagai urat nadi perekonomian rakyat dan kegiatan masyarakat lainnya, DM belum mampu mengatasinya.

“Sampai dengan tahun 2019, pemerintahan DM hanya mampu memperbaiki sepanjang 108,13 km dari jumlah ruas jalan yang rusak sepanjang 798,575 km atau kalau di persentasekan hanya 13,53%,” tandas Setus.

Sementara yang paling naas, kata Setus, adalah nasib petani yang dijanjikan mendapat jaminan pupuk gratis, sama sekali tidak terpenuhi.

“Apakah kita mau mempertahankan atau melanjutkan berbagai kegagalan tersebut?” tanya Setus yang dijawab “tidak” oleh warga yang hadir.

Pada kesempatan tersebut hadir pula calon Bupati Herybertus G.L. Nabit. Sebelum hadir di Kampung Poco, Hery Nabit melakukan kampanye tematik di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Ncolang, Desa Poco.

Seperti yang diketahui, Kota Ruteng mendapat predikat kota kecil terkotor di Indonesia, karena terkait persoalan pengelolaan sampah di TPA Ncolang, yang masih bersifat open simping yaitu sampah dibiarkan menumpuk, tidak dikelola. (obe)

Pos terkait