“Omongan kita dan pelaksanaan di lapangan harus sejalan dengan apa yang dijanjikan atau diikrarkan dalam deklarasi yang dilaksanakan pada tanggal 25 September lalu. Itu harus sesuai, tidak boleh deklarasi lain kemudian pelaksanaannya lain. Itu tidak boleh terjadi,” tegas Neno.
“Kita sudah memonitoring di lapangan, ditemukan juga ada kejanggalan di lokasi titik kampanye, yaitu dengan tidak diberlakukannya penerapan Covid-19. Kita berharap pasangan calon bupati dan calon wakil bupati dan tim pemenangan harus menghargai apa yang sudah digariskan terkait peraturan-peraturan yang ada untuk kita laksanakan aturan itu,” beber Neno.
Neno mengingatkan dan menegaskan tidak boleh terjadi klaster baru terkait penularan Covid-19 dalam pelaksanaan kampanye. Para pasangan calon dan tim pemenangan harus mengikuti protokol Covid-19 di lapangan.
“Kita terus melakukan pemantauan di lapangan, bila ada yang tidak patuh dan melanggar protokol Covid 19 maka akan diambil tindakan tegas. Masyarakat juga kita himbau agar dalam pelaksanaan kampanye menghadapi Pilkada 2020 di Malaka agar benar-benar harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Gunakan masker dan tidak boleh berkerumun, sebab ketika berkerumun kemudian di luar dari peraturan Covid-19 maka petugas kami akan mengambil langkah tegas,” tegasnya. (abr)







