Sebab, sebut dia, tantangan paling besar bagi NTT saat ini adalah ruang fiskal yang sangat terbatas. Utang yang begitu besar dengan cicilan wajib setiap bulannya belasan miliar hingga tahun 2029, akan sangat menantang bagi Melki-Johni. Karena itu, rakyat NTT perlu mendukung upaya-upaya Melki-Jhoni ke depan untuk mengatasi masalah ini.
Cermat dan Hati-hati
Rajamuda menambahkan, dalam situasi terkini di mana terjadi refocusing anggaran dan NTT terkena potongan Rp 180 miliar, Melki-Johni harus cermat dan hati-hati dalam menyusun tim birokrasi yang bekerja dengan mereka nanti. Melki-Johni butuh tim birokrasi yang solid dan tegak lurus dengan mereka. Bukan yang punya visi misi sendiri.
“Melki-Johni garus bisa mendapat talenta-talenta terbaik dari tim birokrasi yang bisa bekerja cepat dan cerdas. Artinya, Melki-Jhoni harus menghindari birokrat-birokrat yang lamban dan tanpa talenta agar bisa mewujudkan visi dan misi Melki-Jhoni secara baik dn berhasil,” saran Rajamuda. (jdz/den)







