Oleh Pater Kons Beo SVD
Kawan ku…
Tak begitu saja kita hidup karena dan dalam ‘segalanya kita.’ Benarlah bahwa kita miliki potensi-potensi bawaan. Semuanya disebut saja sebagai berkat dan anugerah Tuhan.
Tetapi kawan ku…
Tidak kah semua pemberian itu bakal bertumbuh dan berkembang juga oleh ‘pengaruh sesama dan lingkungan?’
Kawan ku….
Bukan kah kita mempunyai kesanggupan untuk dapat berpikir, menilai, menimbang, berkesimpulan, dan akhirnya menentukan sikap? Tentu IYA, kawan ku..!
Namun, tidak kah banyak kali semua itu bisa pula karena terdapat faktor X yang berpengaruh?
Apa yang indah, bernilai dan berharga ditanamkan Yesus pada para murid bisa saja berkembang dalam ‘salah arah dan sesat pikir serta gegabah dalam bertindak.’ Ada “ragi orang Farisi dan ragi Herodes” yang kuat berpengaruh. Yang bisa kaburkan semua yang indah dan berharga itu. Itulah alarm Yesus buat para muridNya..
Kawan ku…
Sepantasnya kita tetap teguh dalam iman akan Yesus dan tetap terhubung denganNya dalam Sabda dan KehendakNya. Yang membebaskan dan membawa sukacita…
Bagaimana pun kawan ku…
Kita sepantasnya memohon ampun pada Tuhan dan berbenah. Sebab terhadap sesama, kita telah hadir sebagai ‘ragi Farisi dan ragi Herodes’ yang berziarah jauh dari harapan. Pun tak membangkitkan semangat dan pengharapan kepada sesama. Itulah “Ragi yang anti Komunio dan Kasih Persaudaraan… Yang subur untuk kisah-kisah keretakan dan perpecahan”
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin







