“Seharusnya kita bersatu dan bekerja sama membangun, dan ujung tombak kami ada di tim penyuluh. Potensi di NTT ini sangat luar biasa, alam yang begitu indah di bidang pariwisata. Hasil bumi seperti kopi, budaya, bahasa, ada komodo dan lain-lain. Atas potensi tersebut seharusnya sinergitas itu tercapai,” tegasnya.
Baginya, NTT tidak ada alasan gizi buruk. Karena potensi di provinsi ini sangat kaya seperti daun kelor, kopi, ikan dan lain-lain. Namun ia menjelaskan pengolahan selama ini belum maksimal.
Untuk bisa mencapai kemakmuran bagi rakyat NTT, jelasnya, harus bersinergi bersama. Juga terkait etos kerja yang selama ini sangat lemah katanya. “Labuan Bajo ini sebagai gerbang masuk untuk NTT. Saya berharap semua stakeholder, ayo bangkit bersama menuju kesuksesan dan kemakmuran,” katanya penuh semangat.
Ia menegaskan, belum ada kata terlambat dan jangan lagi ada sebutan Flores, Sumba, Timor dan lain-lain. “Kita sama-sama berjuang untuk NTT ini. Harus punya grand desain, sehingga program-program bagi masyarakat berdaya guna dan membawa dampak besar,” tegasnya. (obe)







