“Hal tersebut merupakan tanggung jawab moral bagi setiap kader. Saya sudah teruji dengan situasi saat Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Manggarai, yang telah dihelat pada Selasa, 28 Juli 2020 malam,” tandas Osi.
Osi menjelaskan, pasca musda tidak ada hal yang luar biasa yang terjadi di Manggarai. Semua kader tetap solid. Semuanya kompak bekerja. Ia menggambarkan situasi dirinya dengan ketua baru, Yoakim.
“Bagaimana kami bersaing saat musda. Namun hal tersebut lumrah sebagai sebuah dinamika. Namun saat ini saya tetap patuh terhadap apa pun program dan rencana kerja partai,” terangnya.
Pantauan media pagi itu, begitu hangat Osi menyapa Yoakim. Bahkan foto bareng penuh ceria dan canda tawa. Para kader lain pun ikut nimbrung foto selfie bersama. Meski angin kencang menyelimuti suasana pagi itu, namun itu tidak menjadi hambatan dan meretas segalanya.
Terhadap Yoakim, Osi menilai dia adalah adiknya, dia adalah sahabatnya, dia adalah kader muda Partai Golkar, dia adalah sang ketua terpilih periode 2020 hingga 2025 dan semuanya keluarga besar Golkar.
Dirinya bersama Yoakim juga kader-kader lainnya mempunyai tanggung jawab penuh terhadap kebesaran partai.
Apalagi, menurutnya, Partai Golkar identik dengan rakyat. Sebagai partai besar, juga partai rakyat ia ingin menjadikan Golkar senyaman mungkin di Kabupaten Manggarai.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga marwah itu,” tegas Osi yang juga Wakil Ketua DPRD Manggarai ini.
Terkait arah dukungan Pilkada, Osi menjelaskan, paket yang diusung oleh Partai Golkar harus menang. Semua kader Partai Golkar harus bekerja keras, untuk mendukung paket Heri Heri pada Pilkada Manggarai 2020.







