Warga Semau Dilatih Berwirausaha, Transaksi UMKM Capai Ratusan Juta

bank ntt semau1

SEREMONI pelantikan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKD) Provinsi NTT memang telah selesai. Namun ada banyak kegiatan yang menjadi catatan penting bagi bangkitnya sektor ekonomi mikro di Pulau Semau dan sekitarnya.

Panitia gabungan yang terdiri dari Pemprov NTT, Pemkab Kupang, Bank NTT, Bank Indonesia dan OJK menginisiasi beraneka kegiatan memperkuat sektor ekonomi serta literasi keuangan dan kegiatan sosial lainnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Rangkaian kegiatan yang dilakukan, Jumat (27/8/2021), bertempat di Kantor Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang berlangsung capacity building pengembangan homestay dan pemanfaatan layanan perbankan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Parekraf NTT dan Bank NTT Cabang Oelamasi, serta warga yang bersedia menjadikan rumah mereka sebagai homestay.

Bank NTT semau2
Pelaku UKMK di Semau menerima kredit merdeka dari Bank NTT

Puluhan warga tersebar di dua desa yakni Desa Otan dan Desa Liman. Terbanyak di Otan. Hasil yang diperoleh yakni adanya standarisasi pengelolaan homestay, kualitas pelayanan kepada para konsumen yang menginap baik dari sisi layanan kamar, kebersihan kamar dan fasilitas yang dapat diperoleh.

Pemanfaatan kanal Bank NTT dalam melakukan transaksi non tunai dengan memanfaatkan QRIS, serta promosi homestay melalui barcode dan warga diberi pemahaman yang baik dan benar tentang manajemen keuangan dalam mengelola bisnisnya ini.

Pelatihan tenun ikat dan pengelolaan produksi dan pemanfaatan layanan perbankan, di Kecamatan Semau menghadirkan warga penenun sebagai peserta, serta Ina Ndao Kupang dan Bank NTT Cabang Oelamasi sebagai narasumber.

Imbas kegiatan ini, yakni para penenun mendapatkan teknik penghitungan untuk menentukan harga jual tenun Semau. Tak hanya itu, melainkan penenun Semau mendapatkan peluang pasar karena yang menjadi offtaker adalah Dekranasda Provinsi NTT dan Ina Ndao. Manfaat kegiatan ini, menjaga kelestarian tenun Semau yang akhir-akhir ini hampir punah.

Kegiatan lain adalah sertifikasi ketahanan pangan dan pelatihan pengolahan bawang Semau dengan ibu-ibu PKK Desa Otan sebagai peserta. Narasumbernya antara lain Dinas Perindag Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan UMKM.

Kegiatan ini ternyata berdampak pada adanya standarisasi produk UMKM Semau berupa stik kelor, pilus rumput laut, kacang keribo manis pedas, sambal bawang, bawang goring. Pelaku UMKM Semau pun memperoleh sertifikat produksi pangan-industri rumah tangga (SPP-IRT) sebagai legalitas edar suatu produk pangan yang diedarkan.

Panitia pengukuhan TPAKD juga menyelenggarakan penyuluhan teknis budidaya bagi rumput laut dan pemanfaatan layanan perbankan dengan menghadirkan petani rumput laut Desa Uitlelot, Kecamatan Semau dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang dan Bank NTT Cabang Oelamasi sebagai narasumber.

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni para petani mendapatkan skill tambahan bagaimana melakukan budidaya rumput laut yang baik dan bagaimana melakukan penanggulangan hama penyakit serta mereka pun dimudahkan untuk melakukan penjualan dan mendapatkan harga rumput laut di pasaran dengan memanfaatkan aplikasi agreee.

Panitia pun menyelenggarakan kegiatan lain, yakni Edukasi Pemanfaatan Layanan Digitalisasi Ekosistem Pertanian Untuk Komoditi Bawang Merah dan Layanan Perbankan dengan narasumber yakni Aggree (PT. Telkom TBK) dan Bank NTT, serta pesertanya petani bawang Desa Naikean, Kecamatan Semau Selatan.

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni aplikasi agree merupakan suatu platform digital yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup para pelaku ekosistem pertanian, melalui aplikasi aggre dapat melakukan pendampingan kepada para petani dan perusahaan yang menjadi offtaker serta aplikasi ini memudahkan para petani untuk mendapatkan bantuan permodalan dari Lembaga Jasa Keuangan dalam hal ini Bank NTT.

PKS antara UMKM dengan Offtaker

Business matching dan pameran UMKM juga dilakukan pada puncak acara. Pameran berlangsung di sisi utara resto Pantai Otan, Semau, diikuti oleh 27 pelaku UMKM binaan Bank NTT dan 25 offtaker.

Adapun hasil dari kegiatan ini adalah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara pelaku UMKM dengan offtaker yang menjamin pelaku UMKM memiliki kepastian pasar dalam menjual hasil produksi mereka.

Pos terkait